Bacaan Injil Hari Minggu 7 September 2025 Bacaan Injil: Lukas 14:25-33
Bacaan Injil Hari Minggu 7 September 2025
Bacaan Injil:
Lukas 14:25-33
Bacaan Injil Hari Minggu 7 September 2025, Bacaan Liturgi
Hari Minggu 7 September 2025,
Kalender Liturgi
Minggu 7 September 2025 merupakan, Hari Minggu Biasa XXIII,
Hari Minggu Kitab Suci Nasional, Santa Regina Perawan dan
Martir, dengan Warna Liturgi Hijau.
Adapun Bacaan Liturgi Katolik Hari Minggu 7 September 2025
adalah sebagai berikut:Buku dan media Liturgi Katolik
Bacaan Pertama: Kebijaksanaan 9:13-18
Siapakah dapat memikirkan apa yang dikehendaki Tuhan?
Manusia manakah dapat mengenal rencana Allah, atau siapakah
dapat memikirkan apa yang dikehendaki Tuhan
Pikiran segala makhluk yang fana adalah hina, dan
pertimbangan kami ini tidak tetap.
Sebab jiwa dibebani oleh badan yang fana, dan kemah dari
tanah memberatkaan budi yang banyak berpikir.
Sukar kami menerka apa yang ada di bumi, dan dengan susah
payah kami menemukan apa yang ada di tangan,
tapi siapa gerangan telah menyelami apa yang ada di surga?
Siapa gerangan dapat mengenal kehendak-Mu,
kalau Engkau sendiri tidak menganugerahkan kebijaksanaan,
dan jika Roh Kudus-Mu dari atas tidak Kauutus?
Demikianlah diluruskan lorong orang yang ada di bumi, dan
kepada manusia diajarkan apa yang berkenan pada-Mu;
maka oleh kebijaksanaan mereka diselamatkan.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm 90:3-4.5-6.12-13.14.17
Ref. Tuhan penjaga dan benteng perkasa dalam lindungan-Nya
aman sentosa.
Engkau mengembalikan manusia kepada debu, hanya dengan
berkata, "Kembalilah, hai anak-anak manusia!"
Sebab di mata-Mu seribu tahun sama seperti hari kemarin atau
seperti satu giliran jaga di waktu malam.
Engkau menghanyutkan manusia seperti orang mimpi seperti
rumput yang bertumbuh: di waktu pagi tumbuh
dan berkembang, di waktu petang sudah lisut dan layu.
Ajarilah kami menghitung hari-hari kami, hingga kami beroleh
hati yang bijaksana. Kembalilah, ya Tuhan,
berapa lama lagi? dan sayangilah hamba-hamba-Mu!
Kenyangkanlah kami di waktu pagi dengan kasih setia-Mu
supaya kami bersorak-sorai dan
bersukacita sepanjang hayat. Kiranya kemurahan Tuhan
melimpah atas kami! Teguhkanlah perbuatan tangan kami, ya, perbuatan tangan
kami teguhkanlah!
Bacaan Kedua: Filemon 9b-10.12-17
Terimalah dia, bukan sebagai hamba, melainkan sebagai
saudara terkasih.
Saudaraku yang terkasih, aku, Paulus, yang sudah menjadi
tua, dan kini dipenjarakan karena Kristus Yesus,
mengajukan permintaan kepadamu mengenai anak yang kudapat
selagi aku dalam penjara, yakni Onesimus,
Dia, buah hatiku ini, kusuruh kembali kepadamu.
Sebenarnya aku mau menahan dia di sini sebagai gantimu untuk
melayani aku selama aku dipenjarakan demi Injil.
Tetapi tanpa persetujuanmu, aku tidak mau berbuat sesuatu
supaya yang baik itu kaulakukan bukan karena terpaksa, melainkan dengan
sukarela.
Sebab mungkin karena itulah dia dipisahkan sejenak
daripadamu, supaya engkau dapat menerimanya untuk selama-lamanya,
bukan lagi sebagai hamba, melainkan lebih dari itu, yaitu
sebagai saudara terkasih.
Bagiku ia sudah saudara, apalagi bagimu, baik secara
manusiawi maupun di dalam Tuhan.
Kalau engkau menganggap aku temanmu seiman, terimalah dia
seperti aku sendiri.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Bait Pengantar Injil: Mzm 119:135
Ref. Alleluya, alleluya.
Sinarilah hamba-Mu dengan wajah-Mu, dan ajarkanlah
ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.
Bacaan Injil: Lukas 14:25-33
Barangsiapa tidak melepaskan diri dari segala miliknya,
tidak dapat menjadi murid-Ku.
Pada suatu ketika orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam
perjalanan-Nya.
Sambil berpaling Ia
berkata kepada mereka, "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci
bapanya,
ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu?
Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat
menyelesaikannya,
jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya.
Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan
raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan,
apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang?
Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu
masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian.
Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Comments
Post a Comment